5 Keunggulan Bisnis Lovebird Untuk Pemula

Sampai saat ini bisnis lovebird masih menjanjikan. Meski sudah banyak orang yang menangkar, lovebird tetap memiliki harga jual yang bagus. Pangsa pasarnya pun sangat luas. Sebab hampir semua kalangan menyukainya, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Karena itu, Anda yang pemula pun bisa mencoba bisnis lovebird. Baik sebagai peternak maupun pedagang / penjual. Bahkan menjual produk keperluan lovebird pun sangat menjanjikan, mulai dari pakan, kandang, hingga aksesorisnya.

Keunggulan Bisnis Lovebird
Lovebird di kandang koloni

Lovebird merupakan burung impor, dengan habitat asli di kawasan Afrika. Burung ini menyebar ke hampir semua negara di dunia, karena mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, lovebird disukai semua kalangan. Mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Hal ini karena penampilan fisiknya yang eksotik dan warna bulunya yang menarik.

Banyak sekali keunggulan bisnis lovebird. Apa saja? Berikut ini lima keunggulan bisnis lovebird yang perlu diketahui pemula:

1. Memiliki Warna Bulu Menarik

Pada dasarnya, lovebird memiliki bulu tubuh berwarna hijau, namun lebih kekuningan di bagian bawah (tunggir). Tetapi ada beberapa variasi warna di bagian tubuh tertentu. Mulai dari kepala, pipi, leher, bagian atas dada, ekor, bulu sayap, hingga paruh dan kaki.

Tentu saja untuk menunjang lovebird memiliki bulu yang bagus dengan memberikan nutrisi tambahan seperti vitamin lovebird untuk merangsang pertumbuhan bulu secara optimal.

Jenis Jenis Lovebird
Berbagai jenis Lovebird

Penampilan fisik lovebird jantan dan betina pada enam spesies hampir sama. Hanya tiga spesies lovebird yang mudah dibedakan jenis kelaminnya, yaitu jenis madagaskar, abisiana, dan muka-merah.

Yang menarik dalam bisnis lovebird adalah terbuka peluang bagi peternak untuk memperoleh mutasi warna baru. Mutasi ini diperoleh dengan cara menyilangkan lovebird yang berbeda jenis atau spesies.

Jika hasil persilangan ini dikawinkan lagi, maka bisa menghasilkan mutasi warna baru. Hal inilah yang memunculkan tren warna baru setiap tahunnya.

2. Pangsa Pasar Luas

Pangsa pasar lovebird di Indonesia sangat luas. Para penggemarnya mencakup semua kalangan, baik dari aspek umur (anak-anak, remaja, dewasa, orangtua) maupun profesi. Mulai dari buruh, pegawai, pengusaha, pejabat, tentara, hingga polisi menyukainya.

Baca Juga  Ini Hal-hal yang Harus Dilakukan dalam Persiapan Penangkaran Murai Batu

Segmen pasar terbagi menjadi tiga. Pertama, para penggemar lovebird suara / singing. Biasanya untuk keperluan lomba, atau untuk hiburan di rumah.

Kedua, para penggemar lovebird warna / beauty. Biasanya untuk kontes kecantikan lovebird, atau dinikmati bersama keluarga di rumah.

Ketiga, penggemar lovebird suara sekaligus lovebird warna. Pasalnya ada lovebird warna yang sering menjuarai kontes suara.

Dengan potensi pasar yang begitu luas, serta segmentasi penggemar yang beragam, tak heran jika bisnis lovebird sampai sekarang masih menggiurkan.

3. Jenis Burung Beragam

Kalau melihat silsilah genetikanya, lovebird bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Lovebird original: mengacu pada kemurnian genetiknya, yakni spesies awal.
  • Lovebird hasil mutasi: mengacu pada mutasi genetik, akibat perkawinan silang / persilangan, baik disengaja (dirancang manusia) atau tidak disengaja (kawin bebas di alam liar).

a. Lovebird Original

Berikut ini sembilan spesies burung lovebird:

  • Kacamata fischeri (Agapornis fischeri) :

Bulu tubuh hijau (lebih kekuningan di bagian bawah). Dahi, pipi, dan kerongkongan merah oranye. Lingkar di sekeliling mata putih.

  • Kacamata topeng (Agapornis personata) :

Bulu tubuh hijau (lebih kekuningan di bagian bawah). Dahi, lorus, ubun-ubun, dan pipi depan hitam kecokelatan. Lingkar di sekeliling mata putih, paruh merah.

  • Kacamata nyasa (Agapornis lilianae)

Bulu tubuh hijau (kekuningan di bagian bawah dan tunggir). Ekor hijau, kerongkongan dan dahi merah oranye. Lingkar di sekeliling mata putih. Paruh merah tua.

  • Kacamata pipi-hitam (Agapornis nigrigenis)

Bulu tubuh hijau (kekuningan di bagian bawah dan tunggir). Dahi dan ubun-ubun depan cokelat kemerahan. Lingkar di sekeliling mata putih, paruh merah tua.

  • Muka-salem (Agapornis roseicollis)

Bulu tubuh hijau (lebih kuning di bagian bawah). Bulu dahi dan belakang mata merah. Lorus, pipi, kerongkongan, dan bagian atas dada merah muda. Paruh kuning gading.

  • Kerah-hitam (Agapornis swinderniana)

Bulu tubuh hijau (lebih pucat di kepala dan bagian bawah). Ada kerah hitam sempit di bagian tengkuk. Leher di bagian kerah kuning, terkadang sedikit memudar. Paruh hitam keabu-abuan.

  • Madagaskar (Agapornis cana)

Burung jantan: bulu tubuh berwarna hijau. Tunggir hijau terang. Dada, leher, dan kepala abu-abu, bawah sayap hitam, bulu ekor hijau. Paruh abu-abu muda.

Baca Juga  Tips Perawatan Lovebird Anakan Secara Umum

Burung betina: bulu kepala, leher, dada, dan bawah sayap berwarna hijau.

  • Muka-merah (Agapornis pullaria)

Burung jantan: bulu tubuh hijau. Dahi dan muka merah oranye. Paruh merah oranye.

Burung betina: dahi dan muka lebih oranye, bulu bawah sayap hijau.

  • Abisinia (Agapornis taranta)

Burung jantan: Bulu tubuh hijau. Dahi, lorus, dan lingkaran mata merah. Paruh merah merjan tua.

Burung betina: memiliki bulu tubuh berwarna hijau, bulu bawah sayap kecokelatan atau hitam kehijauan serta memiliki lingkaran mata hijau.

b. Lovebird Hasil Mutasi

Beberapa lovebird mutasi yang terkenal di Indonesia antara lain:

  • Lutino: Dengan variasi antara lain lutino (warna kuning, mata merah), lutino albino (warna putih, mata merah), cinnamon (kecokelatan), pied (Bercak-bercak / blorok), lutino golden cherry (warna kuning, mata gelap).
  • Albino: Semua bagian tubuhnya berwarna putih, kecuali patuh dan mata,
  • Blorok: Parblue blorok, merah blorok, dan hijau blorok.
  • Pastel: Pastel ijo (pasjo), pastel kuning (paskun), dan pastel biru (pasblue).
  • Parblue: Warna bulu dominan biru, tetapi warna kepala kontras (kuning, putih, atau oranye). Punya banyak variasi, antara lain fischeri parblue, persotana parblue.
  • Batman: Warna kepala dan bulu sayap hitam, tubuh bagian bawah dan bulu tubuh bagian atas putih keabu-abuan.
  • Merah: Warna merah diselingi oranye, kuning, dan putih. Jenis ini termasuk langka, sehingga harganya relatif mahal.
  • Cobalt: Hampir seluruh tubuhnya berwarna biru (telur asin)., kecuali kepala hingga leher (abu-abu).
  • Olive: Bulu tubuh, dada, sayap, punggung, dan ujung ekor hijau tua. Kepalanya oranye, kuning, atau pink.
  • Halfsider: Paduan warnanya unik, yakni sisi sebelah berwarna putih dan sisi lain berwarna kuning. Jika dilihat dari samping seperti ada 2 ekor burung dalam 1 sangkar.
  • Australian cinnamon: Mirip lovebird pastel, tapi warna bulu lebih kalem.
  • Violet: Warna bulu biru keunguan atau violet. Kepala hitam, bagian perut putih, dan paruh putih pucat atau oranye tua.
  • Biola (opaline fischeri). Termasuk langka, sehingga harganya sangat mahal.
  • Dakocan: Variasinya antara lain dakocan original (dakori), dakocan hijau, dakocan biru, dakocan ungu, dan semi dakocan. Warna tubuh dominan hijau, sebagian kepala hitam gelap, kerah di leher kuning.
  • Euwing: Warna sayapnya bercorak hitam dan kuning.
Baca Juga  Telur Murai Batu Tidak Menetas? Waspadai Penyebab Ini

4. Efisien Tempat

Memelihara maupun beternak lovebird tidak membutuhkan lahan yang besar. Kalau sekadar memelihara, burung bisa ditempatkan dalam sangkar kapsul.

Sangkar kapsul umumnya memiliki diameter 30 – 35 cm, tinggi 60 – 65 cm. Karena lovebird termasuk burung koloni, maka sangkar yang disusun berjajar rapat pun tidak masalah. Hal ini makin menghemat ruangan.

Untuk beternak lovebird, Anda bisa menggunakan kendang koloni. Ukurannya sesuai dengan selera. Misalnya, kendang dengan ukuran 1 x 2 m2 (tinggi 1,5 m) bisa diisi 20 pasangan induk lovebird.

Anda juga bisa memakai kandang kotak (battery) yang bisa diperoleh di pasar / kios burung. Kandang berukuran 40 x 60 m2 (tinggi 40 cm). Bisa disusun berjajar (ke samping) dan ke atas. Ini sangat menghemat ruangan.

5. Harga Jual Relatif Bagus

Bisnis lovebird pernah mengalami puncak kejayaan pada tahun 2012-2014. Harganya sangat menjanjikan keuntungan, baik bagi peternak lovebird maupun pedagang burung.

Meski demikian, beternak lovebird sampai saat ini masih bisa memberi keuntungan lumayan. Para pedagang pun sering kehabisan stok.

Berikut ini rata – rata harga lovebird anakan dan dewasa berdasarkan jenisnya:

  • Blorok: Rp. 75.000
  • Kepala emas: Rp. 75.000
  • Pastel (hitam, kuning, hijau, biru): Rp.40.000 – Rp.50.000
  • Albino mata merah: Rp.200.000
  • Albino mata hitam: Rp. 150.000
  • Dakocan hijau: Rp. 120.000
  • Dakocan biru: Rp. 150.000
  • Olive: Rp. 100.000
  • Biru violet: Rp. Rp. 75.000
  • Biru cobalt: Rp. 75.000
  • Holland: Rp. 75.000

Itulah 5 Keunggulan Bisnis Lovebird yang perlu diketahui pemula. Sudah siapkan Anda beternak atau berbisnis lovebird?