7 Penyebab Telur Murai Batu Tidak Menetas

Rajakicau.com – Murai Batu merupakan salah satu burung yang peminatnya sedang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini membuat para pecinta burung memikirkan untuk mengembangbiakannya berikut Penyebab Telur Murai Batu Tidak Menetas

Namun bagi Anda yang baru saja berkecimpung dalam dunia perkembang biakan murai batu seringkali mendapati telur murai batu tidak menetas.

Kondisi demikian tentu membuat Anda bingung. Tidak perlu putus asa dan menyerah. Sebenarnya Anda hanya harus mengetahui penyebab telur-telur tersebut tidak menetas. Simak daftar penyebab ini agar Anda dapat mewaspadainya.

Penyebab Telur Murai Batu Tidak Menetas

penyebab telur murai batu tidak menetas

Indukan yang Belum Cukup Umur

Tidak perlu panik hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah usia indukan yang menghasilkan tersebut sudah cukup umur atau tidak. Sehingga perlu kiranya Anda mencatat berapa-berapa usia indukan dari setiap burung yang dimiliki.

Indukan yang belum cukup umur normalnya tidak dapat menghasilkan telur yang fertile, dikarenakan organ reproduksinya belum sempuna. Sehingga telurnya belum fertile, meskipun sudah dibuahi oleh pejantan.

Belum Terbuahi

Umur indukan sudah cukup namun telur tidak menetas juga. Ada kemungkinan belum terjadi pembuahan. Cara mengetahuinya dengan mengecek telur yang tidak menetas tersebut dengan memecahnya. Biasanya ada beberapa kemungkinan. Pertama ada embrio tetapi sudah mati, tidak ada embrio tetapi berbau, ketiga tidak ada embrio dan tidak berbau.

Kondisi ketiga adalah kondisi telur tidak terbuahi. Anda perlu mengecek faktor-faktor mengapa tidak terbuahi. Bisa jadi pejantannya mandul, atau proses perkawinannya tidak sempurna sehingga tidak tebuahi.

Sedangkan kondisi pertama dan kedua sudah terbuahi namun embrio mati. Beberapa faktor yang bisa menyebabkannya adalah tidak sempurnanya pengeraman oleh induknya. Bisa efek induk itu sendiri ataupun efek lingkungan.

Pembuahan Terhambat

Proses pembuahan sel sprema ke betina tidak seperti mamalia yang memiliki penis. Burung Murai jantan akan menempelkan klokanya ke kloaka milik betina dan menyemprotkan sprema. Sprema dapat terganggu semprotannya apabila di kloaka betina dan jantan ditumbuhi bulu-bulu. Pastikan bulu-bulu di kloaka pendek dan bersih memastikan pembuahan dengan sempurna.

Sarang dan Lingkungan Tidak Nyaman

Induk Murai Batu benar-benar akan mengerami telurnya hingga menetas apabila kondisi sarangnya nyaman. Kenyamanan kondisi sarang bisa berupa suhunya, gangguan dari hewan lain, dan suara bising. Suhunya harus hangat dan tidak terlalu panas.

Selain itu pastikan bahan sarang dan sekitar sarang tidak banyak dihinggapi kutu yang mengganggu induk saat mengerami. Banyaknya kutu menjadikan induk sering keluar sarang, karena merasa teidak nyaman. Hewan-hewan lain yang dapat mengganggu adalah cicak, semut dan serangga-serangga lain. Pastikan desain sarang bisa mengurangi gangguan tersebut.

Hal lainnya yang mengganggu adalah kebisingan sekitar sarang. Sarang yang bising membuat indukan malas mengerami telurnya. Dan membiarkan embrio mati di dalam telur.

Indukan Jantan Menggangu

Bukan hanya hewan lain yang dapat mengganggu betina saat mengerami, induk jantan pun juga bisa. Saat si betina mengerami anaknya si induk jantan kadang justru mengajak induk betina kawin lagi. Ini membuat induk betina stress dan tidak mau mengerami telurnya bahkan merusak dan menghancurkan telurnya.

Solusinya ada dua jalan, pertama adalah memisahkan penangkaran mereka, kedua adalah mengendalikan makanan si induk jantan agar tidak over birahi.

Nutrisi Telur Kurang Terpenuhi

Telur Murai Batu juga bisa tidak menetas karena nutrisinya kurang. Mengendalikan kecukupan nutrisi pada telur adalah dengan memastikan induknya saat sebelum bertelur memiliki nutrisi yang cukup. Pakan dari Murai Batu harus memiliki kadar protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, dan mineral yang cukup. Evaluasi kembali kadar pakan Murai Batu Anda untuk memastikan.

Pemberian Makanan Kurang

Kalau sebelumnya telur Murai batu tidak menetas karena nutrisi dalam telur tidak terpenuhi, kali ini justru telur gagal menetas karena nutrisi induk saat mengerami kurang terpenuhi. Ini mengakibatkan induk betina mencari sumber nutrisi lainnya. Dan telurnya bisa ia makan sebagai pemenuhannya. Maka dari itu perlu tetap menjaga asupan nutrisi dari induk yang sedang mengerami berikan makanan tambahan untuk murai.

Indukan Mengalami Hypercalcaemia

Hipercalcaemia adalah saat sang induk betina memiliki kadar kalsium berlebihan. Akibatnya cangkang telur terlalu keras untuk dipecahkan oleh embrio. Sebenarnya apabila sudah waktunya menetas bisa Anda bantu dengan menetaskannya. Untuk mencegahnya adalah menjaga kadar pakan dari sang induk.

Itulah daftar sebab mengapa telur Murai Batu tidak menetas. Anda dapat mewaspadinya setiap proses pemeliharaan agar berhasil menetaskan telur. Selamat mencoba!