Ketahui Penyebab Murai Batu Tidak Bertelur Dengan Segera

Dengan bertelurnya burung murai batu maka keturunan baru bisa Anda dapatkan. Akan tetapi terkadang burung murai batu ini tidak segera bertelur yang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, tentu sebagai pemilik Anda akan merasa resah bukan? Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa penyebab murai batu tidak bertelur yang perlu Anda ketahui.

Ketahui Penyebab Murai Batu Tidak Bertelur Dengan Segera

Mungkin Umur Masih Belum Matang

Ketika akan menjodohkan antara burung murai jantan dengan betina, memperhatikan umur keduanya sangat perlu dilakukan. Mengetahui asal-usulnya juga sangat diperlukan, agar murai betina bisa segera bertelur. Murai betina yang telah siap untuk dibuahi biasanya berumur 9 bulan untuk ukuran minimalnya. Sedangkan untuk murai jantan minimal sudah berumur 12 bulan.

Menjodohkan burung murai batu betina dan jantan juga diperlukan langkah yang tepat agar si betina segera bertelur. Ketika akan menjodohkannya usahakan si betina telah mengalami 2 kali masa mabung. Mengapa hal ini penting untuk diperhatikan? karena pada masa ini, si betina telah siap untuk diternakkan. Sehingga usaha Anda akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan.

Agar tidak bingung bagaimana mengetahui kondisi murai yang sudah tua, Anda bisa melihat bagian rongga mulut serta sisik pada kakinya. Jika murai masih muda, maka rongga mulutnya berwarna merah serta kakinya pun masih mulus. Sedangkan untuk murai yang sudah menua, sisik pada bagian kakinya terlihat tebal.

Akan tetapi hal ini pengecualian untuk burung muda hutan yang baru ditangkap. Baik yang tua maupun yang muda kakinya tidak bersisik. Selain itu kakinya juga akan terlihat kecil, bulat serta basah. Hal inilah yang menjadikan Anda mungkin sulit untuk membedakannya.

Perhatikan Pakannya

Penyebab murai batu tidak bertelur sangatlah beragam. Memberikan makanan yang bergizi sangat diperlukan agar murai dapat segera bertelur. Akan tetapi jika burung murai batu tidak segera bertelur ada baiknya Anda meneliti pakan yang telah diberikan. Karena bisa jadi salah satu penyebabnya yaitu pemberian makan yang tidak tepat.

Ketika dalam masa kawin tentu asupan bergizi sangat perlu dilakukan agar murai segera dapat bertelur. Selain itu, mineral yang tinggi juga diperlukan. Hal ini diperlukan agar metabolisme pada tubuh tetap terjaga. Selain itu, mineral juga diperlukan agar hormone reproduksi memiliki kualitas yang bagus. Maka dari itu usahakan untuk memberikan makanan yang memiliki protein yang tinggi seperti jangkrik.

Betina Sedang Mabung

Pergantian bulu atau dalam bahasa kedokteran biasa disebut dengan hewan molting. Pergantian bulu ini biasanya terjadi setiap 6 sampai dengan 8 bulan sekali. Hal ini termasuk proses alamiah yang biasa terjadi pada burung. Ketika peristiwa ini terjadi, maka indukan tidak mempunyai nafsu ingin melakukan perkawinan. Maka dari itu, bertelur mungkin juga tidak akan dilakukan ketika masa ini.

Stres yang Berlebihan

Seperti halnya manusia, indukan burung murai batu juga pernah merasakan stress. Stress yang berlebihan bisa menjadi penyebab dari indukan sulit bertelur dan bahkan bisa menyebabkan kematian pada burung tersebut. Dalam hal ini stress bisa berasal dari berbagai hal. Maka dari itu, ketika merawatnya usahakan benar-benar memperlakukannya dengan baik agar stress tidak terjadi.

Dalam hal perawatan misalnya ketika pergantian pakan, memberikan pakan dengan masuk dalam kandangnya, dan lain sebagainya. Selain itu, suasana yang tidak sesuai dengannya juga bisa menjadi pemicu stress. Lalu, adanya “serangan penyakit” juga bisa menjadikan murai betina menjadi stress sehingga indukan malas untuk melakukan beberapa hal.

Sanitasi Kandang yang Kurang Bersih

Kebersihan kandang juga perlu diperhatikan agar murai betina tetap nyaman berada di dalamnya. Penyebab murai batu tidak bertelur bisa dilihat dari keadaan kandangnya. Semprot kandang dengan menggunakan desinfektan secara berkala dengan batas minimal 2 kali dalam seminggu. Penggunaannya pun sangat mudah. Anda bisa langsung menyemprotkannya ke kandang untuk mencegah adanya bakteri maupun kuman yang ada di kandang tersebut.

Kemudian untuk masalah letak kandang, sebaiknya pilih lokasi kandang yang terkena sinar matahari, misalnya sinar matahari pagi. Karena sinar matahari pagi memiliki sejumlah manfaat untuk murai betina. Untuk kebersihan lantai usahakan agar lantai kandang tempat murai bertelur tetap dalam keadaan kering.