Mengenal Penyebab Murai Batu Hutan Gampang Mati

Rajakicau.com – Burung murai batu hutan memang sangat dicari karena mempunyai kicauan yang khas dan menarik perhatian para pecinta burung. Lalu Mengenal Penyebab Murai Batu Hutan Gampang Mati? Baca Juga: Cara Mengatasi Murai Batu Kurang Fighter dan Emosi

Selain untuk dipelihara, burung murai batu yang hidup di hutan atau sering disebut murai hutan bisa juga untuk dijual. Akan tetapi burung murai batu hutan gampang mati. Nah, jika Anda mempunyai burung murai hutan, pastikan Anda mewaspadai beberapa penyebab di bawah ini.

Penyebab Murai Batu Hutan Gampang Mati

penyebab murai batu hutan gampang mati

Metode Penangkapan Burung

Burung murai hutan merupakan burung hasil penangkapan di hutan. Namun, perlu anda ketahui jika metode atau cara penangkapan burung murai hutan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik burung tersebut.

Biasanya burung murai hutan ditangkap dengan cara seperti menggunakan jarring, dipancing, memakai pulut atau getah pohon, dijerat dan ditembak. Jika dilihat dari cara mendapatkan burung murai hutan, bukan hal yang tidak mungkin jika burung mengalami luka saat ditangkap.

Sebelum anda memelihara burung murai hutan, sebaiknya anda cermati dulu bagiamana kondisi fisik murai hutan tersebut. Usahakan pada saat penangkapan tidak sampai ada luka yang tertinggal.

Karena murai hutan yang terluka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kondisi murai hutan. Karena metode penangkapan yang cenderung kasar dan dipaksakan menyebabkan murai batu hutan gampang mati dan terluka.

Jenis Pakan Burung Murai Batu Hutan

Burung murai hutan awalnya merupakan burung liar yang hidup dalam alam bebas. Makanan murai hutan sebelum ditangkap adalah serangga-serangga kecil yang ditemukan di hutan.

Sedangkan burung murai hutan yang sudah ditangkap umumnya diberi pakan berupa voer dan ekstra fooding berupa jangkrik, kroto dan ulat hongkong.

Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kondisi mental burung murai hutan. Jika pergantian makanan tidak dilakukan secara hati-hati dan bertahap akan menyebabkan kematian pada murai hutan.

Cara mengatasinya adalah dengan membiasakan murai hutan untuk sedikit demi sedikit beradaptasi dengan makanan baru. Anda bisa memulai menerapkan dengan memberinya sedikit demi sedikit voer yang dicampur dengan serangga kecil yang biasa ada di hutan.

Perlahan takaran untuk serangga kecil sedikit demi sedikit dikurangi dan mulai diganti dengan jangkrik. Jika awalnya diberikan serangga minimal tiga kali sehari, sedikit demi sedikit dikurangi porsinya dan diganti dengan ulat hongkong.

Intinya perkenalkan secara perlahan makanan yang nantinya akan dimakan sehari-hari. Karena tidak hanya manusia, murai hutan juga perlu melakukan adaptasi dengan makanan baru.

Murai Hutan Mengalami Stress

Burung murai hutan terkenal sangat rawan terhadap stress. Hal ini merupakan penyebab utama kematian pada murai hutan yang ditangkap. Beradaptasi dengan tempat baru juga bisa menyebabkan burung murai stress dan berdampak pada kematian.

Burung murai hutan yang terbiasa hidup bebas di hutan, harus beradaptsi dengan lingkungan baru yaitu di dalam sangkar burung yang kecil dan sempit.

Selain itu perubahan cuaca dan suasana juga mempengaruhi kondisi murai hutan. Apalagi jika burung tersebut ditangkap dengan tujuan untuk dijual. Murai hutan akan mengalami perjalanan jauh bahkan mungkin sampai ke luar pulau. Hal ini menyebabkan stress dan berujung kematian.

Cuaca dan Lingkungan

Selain perubahan kondisi dan cuaca, murai hutan bisa mengalami stress karena trauma. Trauma tersebut bisa terjadi saat penangkapan. Menggunakan cara yang kasar atau senjata yang tajam membuat burung murai hutan ketakutan dan bisa menimbulkan trauma.

Cara mengatasinya adalah dengan memberi kerodong pada sangkar burung murai hutan. Lakukan hal ini selama beberapa jam sebagai sarana murai hutan beradaptasi dengan tempat baru.

Selain itu, burung murai hutan biasa hidup di alam bebas dan sering terpapar sinar matahari. Ketika murai hutan ditangkap untuk dipelihara, perubahan tempat tinggal yang biasa terpapar sinar matahari akan mengakibatkan stress dan kematian. Baca Juga: Cara Menambah Nafsu Makan Murai Batu

Oleh karena itu, cara mengatasinya adalah dengan menjemurnya dibawah sinar matahari setiap pagi selama beberapa menit maksimal 1 jam. Usahakan agar seluruh badan murai hutan terpapar sinar matahari.