Panduan Perawatan Bulu Burung Agar Cepat Tumbuh

Merawat burung ternyata tidaklah mudah. Apalagi jika menangani masalah bulu burung yang tidak tumbuh atau bulu yang rusak. Tentu hal ini menjadi pekerjaan tambahan yanga cukup sulit bagi sang pemilik burung. Dalam hal ini, pemilik burung perlu melakukan perawatan bulu burung agar cepat tumbuh dengan teknik yang tepat.

Cara merawat bulu burung agar bisa cepat tumbuh harus melalui proses yang berkesinambungan demi menjaga bulu agar tetap indah dipandang. Bulu burung yang rusak pasti menjadikan burung kurang memiliki nilai estetik. Untuk itulah, berikut ini cara merawat bulu burung yang sudah rusak dan cara agar bulu burung cepat tumbuh yang bisa Anda terapkan.

Periksa Terlebih Dahulu Keadaan Fisik Burung

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses perawatan bulu burung agar cepat tumbuh adalah memeriksa terlebih dahulu kondisi fisik burung. Pastikan burung dalam kondisi sehat. Keadaan ini bisa dilihat dari aktivitas burung ketika pagi hari. Biasanya, burung yang sehat akan senantiasa berkicau dan tidak terlihat loyo.

Jangan melakukan langkah perawatan bulu burung pada burung yang sakit. Sebab, burung yang sakit sudah seharusnya diberikan pengobatan. Langkah terapi ini malah akan membuat burung stress dan dapat memperparah sakitnya.

Tangkap Burung dengan Hati-Hati

Selanjutnya, untuk memberikan sentuhan perawatan, pemilik burung pasti harus memegang tubuh burung tersebut. Untuk itu, perlu diperhatikan cara menangkap burung ini. Tangkaplah burung dengan hati-hati, perlahan-lahan, dan jangan memegang burung terlalu erat.

Peganglah burung pada bagian kaki dengan menggunakan jari kelingking dan jari manis. Sementara itu, kepala burung bisa berada di antara jari telunjuk dan jempol. Setelahnya, siapkan bawang putih yang sudah dipotong hingga nampak bagian tengahnya. Lalu, gosok-gosokkan bawang putih kepada kulit burung sampai terlihat memerah.

Gosok Burung dengan Bawang Putih

Tahapan ini merupakan langkah lanjutan dari tahap sebelumnya. Namun, pada bagian ini, lakukan penggosokkan kulit burung sekali sehari. Dalam artian, jangan terus menerus menggosok kulit burung hingga menjadi sangat merah. Berilah jeda minimal 24 jam, baru menggosok kembali.

Untuk penggosokkam kedua ini, sebaiknya lebih berhati-hati ketika menggosokkan bawang putih ke kulit burung. Sebab, biasanya terjadi kulit burung yang semakin memerah akibat penggosokkan yang pertama. Untuk itu, gosoklah dengan hati-hati. Jangan sampai kulit burung justru terluka. Setelah itu, periksa kondisi burung dan lepaskan burung dari kepalan tangan.

Olesi Kulit Burung dengan Seledri

Sebelum memulai langkah ini, siapkan terlebih dahulu seledri. Kemudian, seledri tersebut diremas hingga keluar cairan daunnya. Remaslah terus sampai cairan daun seledri tersebut keluar seluruhnya, sebab cairan ini dibutuhkan cukup banyak untuk kulit burung.

Oleskan cairan daun seledri secara merata pada kulit burung. Pastikan seluruh bagian terkena cairan ini. Kulit burung yang tadinya memerah juga perlu diusahakan terolesi seluruhnya oleh cairan daun seledri tersebut. Selanjutnya, ulangi tahapan ini pada keesokan harinya.

Rawatlah Burung Seperti Biasa

Hasil pengolesan cairan daun seledri bisa Anda amati pada beberapa hari setelahnya. Jika ada perkembangan, Anda tidak perlu mengolesi kulit burung kembali, tetapi cukup dengan merawat burung seperti biasa. Perawatan ini dilakukan dalam kurun waktu satu minggu. Perhatikan perubahan yang terjadi pada kulit burung yang telah diberi perawatan.

Sedikit demi sedikit, kulit burung akan mulai ditumbuhi bulu. Meskipun prosesnya agak lama, kulit burung ini sudah mulai terstimulasi dalam penumbuhan bulu. Jika belum tumbuh juga, lakukan kembali proses perawatan bulu burung agar cepat tumbuh dari awal.