Beberapa Gejala Murai Batu Sesak Nafas

Bagi para pecinta burung murai batu, pasti akan rela melakukan apapun agar burung tetap cantik dan sehat. Namun terkadang meski sudah dirawat sedemikian rupa, beberapa burung murai batu bisa saja terserang penyakit, salah satunya yakni sesak nafas. Berikut ini beberapa gejala saat burung murai batu sesak nafas yang perlu Anda perhatikan.

Murai Batu Sesak Nafas
Burung Murai Batu

Menurunnya Nafsu Makan

Gejala yang paling sering muncul saat burung murai batu sakit adalah menurunnya nafsu makan. Jika beberapa kali burung murai batu terlihat tidak memakan pakan yang disediakan, maka Anda perlu mewaspadai adanya penyakit yang menyerang. Hilangnya nafsu makan ini disebabkan karena proses pernafasannya tidak berjalan normal, sehingga membuat burung enggan untuk makan.

Tubuh Terlihat Lemas

Saat burung murai batu sesak nafas, tentu dia akan mengeluarkan energi lebih untuk menghirup oksigen. Sementara tubuhnya kekurangan energi karena nafsu makannya telah hilang. Kondisi yang tidak sinkron ini lah yang akhirnya membuat burung murai batu lemas karena kehabisan tenaga. Sebaiknya Anda segera mengambil tindakan jika melihat murai batu terkulai lemas di sangkarnya.

Paruh Selalu Terbuka

Saat burung kesulitan bernafas, secara refleks dia akan membuka paruhnya agar bisa mendapatkan oksigen lebih banyak. Kondisi ini menjadi indikator khusus burung murai batu ketika kena sesak nafas. Selain itu Anda bisa meraba bagian tubuhnya, jika seolah bergerak “kembang-kempis” dalam proses pernafasannya, maka bisa dipastikan burung murai batu menderita sesak nafas.

Tubuh Gemetar

Burung murai batu yang terserang sesak nafas tubuhnya akan gemetar. Selain gemetar, burung murai batu juga dapat berdiri secara tegak. Murai batu akan berdiri secara tidak seimbang, serta mengalami kesulitan saat berjalan. Langkahnya pendek dan terlihat sempoyongan. Hal ini terjadi karena kondisi di dalam tubuhnya yang sakit sehingga fungsi otot tidak dapat bekerja secara normal.

Baca Juga  Penyebab Murai Batu Sering Mengangkat Kaki

Hidung Berlendir

Penyakit sesak nafas pada burung murai batu dapat diakibatkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya lendir yang menyumbat saluran pernafasan, sehingga murai batu kesulitan dalam menghirup oksigen. Jika lendir adalah penyebabnya, biasanya lendir tersebut akan mengalir dan keluar menuju hidung murai batu.

Tekstur Kotoran Cair

Selain gejala yang timbul pada tubuhnya, Anda juga bisa mengamati bentuk dari kotoran burung murai batu. Burung murai batu yang sakit, biasanya akan mengeluarkan kotoran yang cair. Selain cair juga memiliki warna putih kehijauan, warna ini jelas berbeda dari kotoran burung saat sehat. Dari segi bau, kotoran yang encer dan kehijauan cenderung lebih menyengat dan berbau busuk.

Kloaka Basah

Karena mengeluarkan kotoran yang tidak normal yaitu bertekstur cair, maka kondisi bagian kloaka burung murai batu juga terlihat tidak normal. Kloaka murai batu terlihat selalu basah, bahkan penuh dengan kotorannya sendiri. Bulu-bulu di sekitar kloaka juga ikut terkena sisa fesesnya. Kondisi yang kotor ini tentu mengundang banyak kuman yang membuat kondisi murai batu semakin parah.

Kondisi Bulu Berbeda

Gejala berikutnya bisa Anda cermati melalui kondisi bulu burung murai batu. Saat murai batu sakit khususnya sesak nafas, maka bulu-bulunya akan terlihat mengembang. Pada bagian kepalanya, bulu-bulunya terlihat “berdiri”, selain itu warna bulu juga sangat terlihat kusam dan kusut. Kondisi ini berbeda dengan murai batu yang sehat, bulunya terlihat lebih berkilau dan tidak mengembang.

Kulit Pucat

Selain penampilan bulunya yang kusam, gejala saat murai batu sakit juga terlihat pada kulit kaki dan bola matanya. Kulit pada bagian kakinya terlihat pucat dan cenderung kering dan keriput. Bagian bola matanya juga terlihat sayu dan sering mengeluarkan cairan. Bahkan beberapa kasus, murai batu mengalami mata bengkak sekaligus mengeluarkan cairan.

Baca Juga  Manfaat Jahe Untuk Lovebird dan Kandungannya

Suara Kicau Berubah

Saat nafasnya sesak, tentu burung murai batu juga mengalami kesulitan dalam berkicau. Beberapa burung lebih cenderung diam, namun sebagian lagi tetap mampu berkicau. Burung murai batu yang mengalami sesak nafas, suara kicaunya terdengar serak dan parau. Tempo kicauannya pun terbata-bata, dan burung murai batu hanya bisa berkicau dengan volume lirih.

Itulah beberapa gejala murai batu sesak nafas. Anda harus selalu waspada jika gejala-gejala seperti di atas muncul pada burung murai batu. Segera ambil tindakan medis agar burung murai batu dapat segera disembuhkan dan jauh dari risiko kematian.