Ciri Ciri Lovebird Sakit Yang Harus Dipahami

Rajakicau.com – Kicauan yang indah dan wujud menggemaskan membuat burung ini tak luput dari pecinta hewan yang ingin memeliharanya. Meskipun burung ini mudah dipelihara, terkadang juga memunculkan ciri-ciri lovebird sakit.

Ciri-ciri Lovebird Sakit

ciri-ciri lovebird sakit yang harus dipahami pemiliknya

Burung lovebird yang sakit tidak mudah dideteksi karena kemampuan menyembunyikannya sangat baik. Ketika memelihara burung lovebird, Anda harus memahami ciri-cirinya saat sakit. Lalu, apa ciri-ciri burung lovebird yang sakit? Berikut adalah ulasannya.

Berat Badan Berlebihan

Lovebird menyerupai makhluk hidup lainnya yang terkadang masalah kesehatannya karena faktor makanan. Burung lovebird adalah hewan pemakan biji-bijian. Baca Juga: Cara Membuat Ramuan Untuk Lovebird

Burung ini cocok dengan berbagai jenis biji-bijian dan yang paling disukai jenis bunga matahari dan millet. Pada biji keduanya terdapat kandungan lemak yang sangat tinggi dan disukai oleh burung lovebird.

Beberapa biji-bijian yang berlemak tersebut dapat menjadikan lovebird semakin gemuk. Kegemukan yang dialami burung ini dapat menurunkan vitamin A dan kalsium tubuh. Penurunan vitamin A dan kalsium secara signifikan dapat berdampak pada peradangan sendi serta hati berlemak. Kondisi ini dapat Anda antisipasi dengan memberi lovebird makanan berupa sayuran dan buah-buahan yang kaya nutrisi.

Virus PBFD

Ciri lovebird sakit selanjutnya adalah PBFD. Pada burung lovebird penyakit ini karena infeksi circo virus, sehingga mematikan sel penumbuh bulu dan paruh.

Burung lovebird yang sudah terjangkit PBFD kondisi imunnya akan menurun dan mudah terjangkit penyakit-penyakit lain. Penyakit PBFD yang menyerang lovebird ini sangat fatal karena perkembangannya yang berjalan signifikan.

Gejala umum munculnya penyakit ini adalah penurunan selera makan secara drastis, kelainan pada bulu serta paruh, dan diare. Lovebird yang telah terinfeksi circo virus harus segera diisolasi mandiri agar tidak menularkannya pada burung lainnya. PBFD seperti penyakit akibat virus lainnya yang penyembuhannya dilakukan dengan memberikan vaksin khusus.

Stres Dan Kekurangan Gizi

Burung yang stres dan kekurangan gizi adalah ciri-ciri lovebird sakit berikutnya. Stres yang terjadi biasanya dipicu kondisi kandang burung ini kotor dan kekurangan asupan gizi berupa vitamin yang berkepanjangan. Kondisi stres dan asupan gizi yang kurang dapat memicu penyakit pada lovebird, salah satunya Aspergillosis. Baca Juga: Ini Beberapa Makanan Dari Tanaman Hijau Untuk Lovebird

Penyakit Aspergillosis sendiri adalah infeksi jamur pada saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun infeksi jamur tersebut tidak menular, jika dibiarkan dapat menjalar ke organ-organ lainnya. Penyakit yang umum terjadi pada burung ini mudah masuk ke kantung udara lovebird jika spora jamurnya terhirup. Supaya kondisi seperti ini tidak terjadi, kebersihan burung dan lingkungannya harus dijaga.

Bertelur Sangat Banyak

Burung lovebird yang bertelur secara berlebihan justru menjadi gejala sakit yang fatal. Bukannya menyelamatkan populasinya, burung lovebird yang banyak bertelur justru mengancam hidupnya. Ketika banyak bertelur burung akan mengeluarkan kalsium tubuh secara berlebihan. Kondisi ini bisa diantisipasi dengan pemberian kalsium tambahan agar burung tidak dehidrasi.

Kehilangan Banyak Bulu Sekunder

Ciri-ciri lovebird sakit yang berikutnya adalah kekurangan banyak bulu sekunder. Burung yang kehilangan bulu sekundernya akan sulit terbang dan pertumbuhannya terhambat. Kondisi seperti ini umum terjadi pada lovebird umur 6 sampai 8 minggu. Hilangnya bulu sekunder secara berlebihan sering kali dikaitkan dengan penyakit french molt.

Burung yang telah terinfeksi french molt kebanyakan tidak bisa terbang seumur hidupnya. French molt sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Namun, burung lovebird yang menderita penyakit ini bisa diberikan makanan khusus agar bulunya tetap tumbuh.